Thursday, 11 Jumadil Awwal 1440 / 17 January 2019

Thursday, 11 Jumadil Awwal 1440 / 17 January 2019

Memetik Ilham dari Ustaz Arifin Ilham

Jumat 11 Jan 2019 00:24 WIB

Irwan Kelana dan Ustaz Arifin Ilham.

Irwan Kelana dan Ustaz Arifin Ilham.

Foto: Rakyatku
Demo 411, Ustaz Arifin Ilham berada di depan bahkan kena semprot gas air mata.

RAKYATKU.ME, Oleh Irwan Kelana, Wartawan Rakyatku dan penulis buku “Hari-hari Bersama Bang Arifin”

Ustaz Muhammad Arifin Ilham menjadi magnet berita pekan ini. Setelah tersiar kabar ia dirawat di Ruang Kencana RSCM Jakarta pada Senin (7/1), ramai-ramai tokoh dari berbagai kalangan – presiden, calon presiden, calon wapres, gubernur, pejabat pemerintah lainnya,  polisi dan TNI, ormas, ulama, pengusaha, hingga masyarakat biasa – mengunjungi kamar perawatannya di lantai 7.

Sudah tentu, tak semua orang bisa masuk ke ruang tunggu lantai 7 tersebut. Lebih sedikit lagi, yang bisa masuk ke ruang perawatannya, dan bertemu dengannya. Penjagaan sangat ketat. Baik dari tim Az-Zikra, terlebih lagi dari tim keamanan RS. Hal itu mengingat sakit yang diderita Ustaz Arifin cukup parah, yakni kanker getah bening stadium 4.

Meskipun demikian, hal tersebut tak menyurutkan langkah  para tokoh maupun masyarakat biasa untuk datang ke RSCM. Kalaupun tidak diizinkan menyalami Ustaz Arifin di kamar perawatannya, mereka merasa cukup puas berdoa di ruang tunggu lantai 7 tersebut.

Tidak kalah menariknya adalah banyak sekali wartawan media cetak, online dan televisi yang berjaga-jaga di depan pintu masuk Ruang Kencana RSCM. Meski tidak dapat meliput ke  lantai 7, mereka menunggu para tokoh yang membesuk Ustaz Arifin, dan melakukan wawancara spontan (door stop) seusai para tokoh itu membesuk Ustaz Arifin.

Berita sakitnya Ustaz Arifin bahkan dimuat di halaman muka (headline) beberapa surat kabar, termasuk Rakyatku yang menjadikan foto Presiden Jokowi dan Prabowo membesuk Ustaz Arifin sebagai foto utama di  halaman 1 edisi  Kamis, 10 Januari 2019.

Kesibukan para pembesuk Ustaz Arifin di RSCM terus berlangsung sampai Rabu (9/1). Kamis pagi, Ustaz Arifin – setelah bermusyarah dengan keluarga, dokter RSCM yang merawatnya maupun pihak keluarga --  diterbangkan ke Penang, Malaysia, untuk melanjutkan pengobatan intensif di sana.

Fenomena sakitnya Ustaz Arifin dan banyaknya tokoh dari berbagai kalangan yang  membesuknya merupakan hal yang sangat menarik. Sosok Ustaz Arifin Ilham menyatukan semua komponen bangsa. Sejenak  kita melupakan perbedaan – sikap politik, kecendrungan dalam pemilu dan pilpres, bahkan juga antarkelompok Islam yang ada di Tanah Air.

Beberapa tahun lalu, saya sempat mendampingi Ustaz Arifin berdakwah, khususnya di wilayah Jabotabek. Kemudian, pengalaman itu saya tulis bersama ajudan Ustaz Arifin, yakni Ustaz Saefullah, menjadi buku yang berjudul “Hari-Hari Bersama Bang Arifin”.

Selama sekitar 20 tahun mengenal Ustaz Arifin, saya menangkap banyak inspirasi dan ilham dari sosoknya. Salah satu yang paling menonjol adalah tsiqoh (keteguhan sikap). Ustaz Arifin adalah orang yang selalu memegang teguh janji dan jadwal dakwahnya. Tidak ada orang atau lembaga yang dapat mengubah jadwalnya. Bahkan, wapres atau presiden sekalipun.

Suatu hari, pernah ada utusan seorang wapres yang datang ke rumahnya dan meminta Ustaz Arifin mengisi acara. Ustaz Arifin menolaknya dengan sopan, karena pada  tanggal dan jam tersebut, ia sudah dijadwalkan memimpin zikir di tempat lain. 

Saya belum pernah mendengar Ustaz Arifin membatalkan suatu acara di suatu tempat karena ada undangan atau permintaan dari pejabat ataupun pengusaha.

Ia tidak pernah bicara tarif. Bahkan seringkali amplop dari panitia dia kembalikan, terutama kalau yang mengundang acara zikir adalah panitia pembangunan masjid.

Contoh di wilayah Banten. Saefullah disuruh mengembalikan uang amplop ke panitia, saat ia mengetahui panitia memberikan amplop lewat Saefullah bahwa Ia juga mengembalikan amplop dari panitia zikir yang merupakan tuna  netra.

“Orang yang matanya bisa melihat tidak mau zikir, sedangkan mereka yang matanya tidak bisa melihat, justru berzikir kepada Allah. Malu rasanya kita ini kepada mereka,” ujarnya sambil menyuruh stafnya mengembalikan amplop tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Rakyatku

BERITA LAINNYA